Ketika kau membeku dilumat keabadian
Semua arti larut jadi tiada
Dan aku harus belajar untuk memahami lagi
Karena biruku jadi birunya si buta yang bisa melihat lagi
Dan warnanya tak sama dengan yang nyata di mimpinya
Belum habis murka yang kuutarakan padamu
Belum tuntas maksud yang kucobakan kau mengerti
Belum puas angkuh yang kutunjukkan untuk membuatmu jauh
Dan seperti kabut pagi yang mengganggu
Kau luntur tiba-tiba
Meninggalkanku diam kehilangan kata-kata
Aku tidak sering menangisimu
Dan ketika tangisku merebak
Aku sering tak tahu apa maknanya
Dan kenapa
Apakah aku mencintaimu
Atau aku kehilanganmu
Lalu apa artinya
Apa yang harus kuresapi
Hadirmu jarang kumaknai
Jarang kusyukuri
Hanya kumaklumi
Kini kutahu banyak yang kulewati
Harusnya tak kubiarkan ragu dan benci menggerogotiku
Harusnya kumengerti
Hingga aku kini bisa meratapimu sepenuh hati
Aku tak pernah mengerti siapa dirimu
Akhirnya akupun tak akan bisa mengerti
Kau, aku dan hidup akan tetap jadi misteri
Mungkin memang harusnya aku tak melulu bertanya
Dan hidupku denganmu dijalani dan dimaknai sebisanya
Aku bersalah
Dan kini aku merindukanmu
Juga tanda-tanda cintamu yang terserak
Kungin membuat ingatan tentangmu bisu
Karena rinduku tidak haru biru
Tak terpetakan
Mengerikan
Kucari baumu di semua ruang tanpa bertanya kenapa
Ku tumpuk dan kulipat rapi semua kata-kata cintaku yang tak sempat kusampaikan
Bukan untuk kuberi tujuan
Hanya untuk kusimpan
Dan bahkan tak sering kupandangi
Aku mencintaimu
Kini setelah tak ada tangan yang bisa kugenggam
Tak ada mata yang bisa kutatap
Setelah tak ada keberangkatan yang harus dikejar
Aku sungguh-sungguh mencintaimu
No comments:
Post a Comment