Friday, May 8, 2009

Rindu

Ketika kau membeku dilumat keabadian

Semua arti larut jadi tiada

Dan aku harus belajar untuk memahami lagi

Karena biruku jadi birunya si buta yang bisa melihat lagi

Dan warnanya tak sama dengan yang nyata di mimpinya

Belum habis murka yang kuutarakan padamu

Belum tuntas maksud yang kucobakan kau mengerti

Belum puas angkuh yang kutunjukkan untuk membuatmu jauh

Dan seperti kabut pagi yang mengganggu

Kau luntur tiba-tiba

Meninggalkanku diam kehilangan kata-kata

Aku tidak sering menangisimu

Dan ketika tangisku merebak

Aku sering tak tahu apa maknanya

Dan kenapa

Apakah aku mencintaimu

Atau aku kehilanganmu

Lalu apa artinya

Apa yang harus kuresapi

Hadirmu jarang kumaknai

Jarang kusyukuri

Hanya kumaklumi

Kini kutahu banyak yang kulewati

Harusnya tak kubiarkan ragu dan benci menggerogotiku

Harusnya kumengerti

Hingga aku kini bisa meratapimu sepenuh hati

Aku tak pernah mengerti siapa dirimu

Akhirnya akupun tak akan bisa mengerti

Kau, aku dan hidup akan tetap jadi misteri

Mungkin memang harusnya aku tak melulu bertanya

Dan hidupku denganmu dijalani dan dimaknai sebisanya

Aku bersalah

Dan kini aku merindukanmu

Juga tanda-tanda cintamu yang terserak

Kungin membuat ingatan tentangmu bisu

Karena rinduku tidak haru biru

Tak terpetakan

Mengerikan

Kucari baumu di semua ruang tanpa bertanya kenapa

Ku tumpuk dan kulipat rapi semua kata-kata cintaku yang tak sempat kusampaikan

Bukan untuk kuberi tujuan

Hanya untuk kusimpan

Dan bahkan tak sering kupandangi

Aku mencintaimu

Kini setelah tak ada tangan yang bisa kugenggam

Tak ada mata yang bisa kutatap

Setelah tak ada keberangkatan yang harus dikejar

Aku sungguh-sungguh mencintaimu

No comments:

Post a Comment